Cegah Covid – 19, Gubernur Jatim Luncurkan Sekolah Tangguh di Pamekasan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, dan anggota Forkopimda Pamekasan di gedung Serbaguna Pemuda saat meluncurkan Sekolah Tangguh, Minggu (24/10/21)/ Penawarta-arifin

PENAWARTA.COM – PAMEKASAN, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan sekolah tangguh di Pamekasan, Madura sebagai upaya untuk membentuk kekebalan komunitas (Herd Immunity) dan mencegah penyebaran Covid-19, Minggu (24/10/21).

 

Para pelajar dari sejumlah sekolah juga divaksin secara massal pada peluncuran sekolah tangguh yang bertempat di Gedung Pemuda di Jalan Kabupaten Pamekasan itu, Minggu siang menjelang sore.

 

“Ini kami lakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kekebalan komunitas atau Herd Immunity, salah satunya adalah komunitas di dunia pendidikan, yakni sekolah,” kata Gubernur Khofifah.

 

Program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah ini sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Timur yang terdapat 38 Kabupaten dan kota.

 

Mantan Menteri Sosial itu menyatakan, Pemprov Jatim memiliki perhatian khusus ke Kabupaten Pamekasan, karena kabupaten tersebut termasuk salah satu kabupaten dengan jumlah persentase cakupan vaksinasi COVID-19 yang sangat rendah dibandingkan kabupaten lainnya.

 

“Awalnya, Pamekasan termasuk kabupaten di Jatim yang masuk pada level 1 penerapan Pembatasan Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun karena cakupan vaksinasinya rendah, maka Pamekasan berubah ke level 3,” jelasnya.

 

Selain Pamekasan, kabupaten lain di Pulau Madura yang cakupan vaksinasi juga rendah yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang dan Kabupaten Sumenep.

 

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pandam V Brawijaya, agar bisa membantu memperluas cakupan vaksinasi. Tapi untuk saat ini masih fokus di Kabupaten Bangkalan, selanjutnya ke Kabupaten Sampang, lalu Pamekasan dan Kabupaten Sumenep,” lanjut Ketua umum Muslimat NU tersebut.

 

Setelah di Bangkalan, Pangdam dan Kapolda Jatim akan mengerahkan timnya memfinalisasi vaksinasi di Kabupaten Pamekasan, Sampang dan Sumenep.

 

Khofifah mengajak wartawan untuk pentahelix offroad. Yaitu ada lima pendekatan dilaksanakan oleh pemerintah, media, society (masyarakat), perguruan tinggi dan private sektor.

 

“Lima ini harus group. Ini dibuka koordinasi juga semakin sulit. Dan kondisi didukung oleh kekuatan relawan yang besar. Maka itu, relawan-relawan ini dipastikan sudah divaksin, termasuk para wartawan,” katanya.

 

Sementara mBupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, vaksinasi di kabupaten Pamekasan sunggguh sangat berat.

 

Pasalnya, ada beberapa dinamika yang terjadi di kabupaten berslogan Gerbang Salam.

 

Disisi lainnya, untuk di sekolah negeri, mulai SMP dan SMA sudah hampir 30 persen. Sedang swasta dikelola oleh yayasan dan lembaga pendidikan di luar RDKK.

 

“Ini kita sedang berikhtiar sekuat tenaga untuk bisa mengedukasi dan memiliki pemahaman yang sama tentangkegunaan vaksin untuk menjaga daya tahan tubuh (hard immunity) di kabupaten Pamekasan,” ucap Mas Tamam sapaan akrabnya.

 

Bupati Baddrut Tamam mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan mensukseskan vaksinasi di kabupaten Pamekasan agar segera bebas dari pandemi Covid-19.

 

Bupati juga berpesan, agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan cara menerapkan 5M, yakni mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

 

“Mari kita bersama-sama bergandengan tangan, mencegah penyebaran Covid-19 dan saling mengingatkan untuk memberikan imbauan dan edukasi agar tetap patuhi Prokes,” tandasnya. (Arifin/PW3)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *