Bupati: Bantuan Makanan Pasien COVID-19 Gunakan Produk Lokal

Bupati: Bantuan Makanan Pasien COVID-19 Gunakan Produk Lokal

PENAWARTA.COM, PAMEKASAN – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Baddrut Tamam meminta dinas sosial (dinsos) menggunakan produk lokal untuk bantuan paket obat-batan dan jajanan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya, sebagai upaya menghidupkan perekonomian masyarakat di wilayah itu.

“Produk lokal yang bisa digunakan untuk bantuan pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri, seperti madu, jamu tradisional dan jajanan. Saya minta dinsos sebagai penyelenggara teknis memanfaatkan produk ini. Tujuannya, agar ekonomi lokal tidak stagnan,” katanya, Rabu (21/7/2021).

Bupati menjelaskan, jika bantuan makanan, dan jamu untuk menambah imun tubuh dibeli dari luar, maka tidak akan membantu dalam menggerakkan ekonomi masyarakat Pamekasan.

Dengan demikian, sambung bupati muda ini, Pemkab Pamekasan harus bisa membantu menggerakkan perekonomian masyarakat Pamekasan dengan cara memanfaatkan produk lokal hasil kerajinan masyarakat Pamekasan. [Baca Juga: Inilah Capaian Bidang Infrastruktur Pemkab Pamekasan Selama 2020]

“Maju di Pamekasan banyak warga yang beternak lebah. Jadi, bantuan madunya bagi warga yang menjalani isolasi mandiri, harus dibeli dari peternak lebah madu yang ada di Pamekasan ini,” ujarnya.

Demikian juga, sambung dia, dengan jajaran yang akan diberikan kepada warga yang positif COVID-19, juga harus dibeli dari jajanan yang dibuat oleh masyarakat Pamekasan.

“Dengan cara seperti ini, saya yakin, masyarakat akan terbantu. Jangan semuanya dibeli dari luar, karena pandemi ini telah menyebabkan ekonomi masyarakat Pamekasan merosot. Banyak pedagang kecil yang sudah tidak bisa berjualan lagi,” ujarnya. [Baca Juga: Pemkab Pamekasan Bantu Sembako dan Vitamin Pasien Isolasi Mandiri]

Sebelumnya, saat menyampaikan paparan dalam para rapat virtual tentang perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Pamekasan di era pandemi COVID-19 ini minus 2,54 persen.

Pertumbuhan ekonomi di kabupaten dengan julukan Kota Batik ini, lebih rendah dari Jawa Timur, karena pertumbuhan ekonomi Jatim minus 2, 39 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional selama 2020 minus 2,1 persen.

Pada 2019, pertumbuhan ekonomi Pamekasan masih 4,92 persen, Jawa Timur 5,52 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5 persen. Pandemi COVID-19 yang menimpa bangsa Indonesia, termasuk Jawa Timur dan Pamekasan telah menyebabkan dampak luar biasa dalam bidang ekonomi.

Daya beli masyarakat menurun, dan banyak anggaran dialokasi pemerintah untuk bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat terpaksa direfocusing untuk mengatasi pandemi.

“Salah satu upaya yang bisa kita manfaatkan untuk membantu masyarakat, dengan cara memanfaatkan produk lokal,” katanya, menjelaskan. (PWI/356/PAMEKASAN HEBAT/ PROGRAM PRIORITAS PAMEKASAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *