Di tengah Pandemi Covid-19, Babinsa Kodim Pamekasan mampu tingkatkan Ekonomi Masyarakat melalui Budidaya  Lele

Di tengah Pandemi Covid-19, Babinsa Kodim Pamekasan mampu tingkatkan Ekonomi Masyarakat melalui Budidaya Lele

PENAWARTA.COM, Pamekasan – Banyak cara yang bisa dilakukan agar seseorang tetap kreatif pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Terutama, kreatif untuk tetap bertahan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Babinsa Kodim 0826 Pamekasan, Koptu Edi Susanto yang sukses membudidayakan ikan lele di Desa Pademawu Timur.

Bersama istrinya, Juma’ati Elis Susanti yang juga sebagai Kades Pademawu Timur, Koptu Edi Susanto telaten merawat ribuan lele, mulai dari benih ukuran 2 cm hingga siap jual.

Sekitar empat bulan lamanya benih ikan lele itu mereka rawat dengan mempekerjakan masyarakat setempat.

Tiga kali sehari, ribuan lele itu mereka beri pakan dengan rutin. Mulai dari pagi, sore, hingga malam hari

Hasil ribuan lele yang mereka pelihara tersebut, sudah dijual ke lintas kabupaten se-Madura, seperti Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan

Koptu Edi Susanto mengatakan, ribuan lele yang pihaknya pelihara ini diletakkan di dalam kolam buis beton sumur.

Kata dia, awal mula menggeluti usaha budidaya lele tersebut sejak tahun 2019. Kala itu, hasil panen budidaya ikan lelenya mencapai 15 ton per tahun, Senin (01/03/2021).

Ia menjelaskan, tujuan menggagas usaha budi daya lele di desa yang dikepalai oleh istrinya ini, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Pademawu Timur.

“Saat ini di Desa Pademawu Timur sudah memiliki 15 pembudidaya dari pengembangan usaha budi daya lele kami,” kata Koptu Edi Susanto.

Tentara yang akrab disapa Edi ini menginginkan, melalui usaha budi daya lele tersebut bisa menambah pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

Bahkan, saat ini, usaha budi daya ikan lele miliknya tersebut sudah menjadi percontohan di Dinas Perikanan untuk diaplikasikan ke berbagai desa.

“Saat ini budi daya lele di desa kami terus meningkat. Alhamdulillah ini semua kami lakukan dalam rangka membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat,” ujar Edi.

Berdasarkan pengamatan Edi, badan usaha milik desa (Bumdes) di Pamekasan masih sangat kurang.Melalui budi daya lele ini, Edi berharap usahanya bisa menjadi percontohan untuk desa lain agar tetap bisa bertahan memberdayakan pendapatan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Ia mengaku, hasil panen ikan lele miliknya yang siap jual berkisar ukuran 10 cm hingga 12 cm.
Kata dia, saat ini pemasarannya sudah menjajaki pasar di empat kabupaten di Madura.

“Budi daya lele ini sebagai salah satu kegiatan alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan pengetahuan masyarakat tentang budi daya ikan khususnya budi daya ikan lele di kolam buis beton sumur,” inginnya.

Per kilonya, Edi mengecer ikan lelenya seharga Rp 20 ribu. Namun, khusus pengepul, diberikan potongan harga Rp 2 ribu, yakni per kilo hanya Rp 18 ribu. Edi mengaku bersyukur, sebab per tahun, hasil produksi budi daya lelenya konsisten mencapai 12 ton, namun terkadang lebih. Rinciannya dalam sebulan, hasil panen lelenya tembus 1 ton hingga 1,5 ton.

“Masyarakat yang sudah mencoba usaha budi daya lele juga se-Pademawu Timur mencapai 4 ton per bulannya,” ungkapnya.

Edi, usaha budi daya lelenya sangat diterima oleh masyarakat setempat dan saat ini sudah banyak yang belajar kepada dirinya untuk membuka usaha yang sama.

Kata dia, usaha budi daya lele tersebut sangat bagus potensinya untuk menambah penghasilan ekonomi masyarakat setempat.

Bahkan, usaha budi daya lele milikinya itu sudah dijadikan icon oleh Dinas Kesehatan sebagai Bumdes percontohan untuk desa lain.

“Dari Dinas Kesehatan sering berkunjung ke sini hampir tiap pekan. Usaha kami juga ditampilkan di layar LED yang ada di Pamekasan,” beber Edi.

Sementara itu, Juma’ati Elis Susanti istri Koptu Edi (Kades Pademawu Timur) mengaku sangat senang dengan usaha yang dirintis oleh suaminya.

Sebab saat ini, usaha budi daya lele itu banyak menjadi percontohan di berbagai dusun yang tersebar di wilayah Desa Pademawu Timur.

Ia mengaku sangat mendukung penuh perihal usaha apa saja yang digagas oleh suaminya tersebut asalkan bermanfaat untuk banyak orang.

“Saya senang sekali tentunya, karena dalam merintis usaha budi daya lele, kami juga mempekerjakan masyarakat setempat. Jadi masyarakat di desa kami juga memiliki pendapatan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *