• Pamekasan
  • 06/06/2020
0 Comments

PENAWARTA.COM – Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Timur mengaku tertarik dengan upaya pengembangan ekonomi Pemkab Pamekasan melalui program desa tematik dan institusi ini mengaku siap membantu mensukseskan program itu.

“Japnas Jatim siap membantu Pemkab Pamekasan,” kata Wakil Ketua Umum Totok Sugiharto kepada wartawan di Pamekasan, Senin (9/3/2020).

Japnas Jatim menurutnya siap membantu mengkomunikasikan dan mendatang investor ke Pamekasan dengan catatan Pamekasan harus mampu menciptakan destinasi investasi baru yang menarik dan layak jual.

Upaya yang bisa dilakukan pemkab menurutnya dengan mendorong semangat kaum muda, untuk terus berkreasi dan berinovasi di bidang bisnis.

Pemuda Pamekasan, kata dia, haris dirangkul dan diajak berpikir agar bonus demografi yang sudah berjalan saat ini mampu dijadikan penggerak utama dalam melahirkan ide-ide bisnis kreatif lainnya sesuai dengan potensi yang ada di Pamekasan.

“Kalau perlu pola ‘one village one produck’ harus bisa diciptakan, sehingga dengan demikian, basis ekonomi desa terus semakin menguat,” katanya.

Mantan Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jatim ini lebih lanjut menjelaskan, yang perlu upaya serius Pemkab Pamekasan ke depan dalam berupaya mensukseskan program spektakuler “desa tematik” itu adalah mampu melahirkan produk unggulan terutama hasil pertanian.

“Hasil pertanian tersebut nanti harus mampu menjadi komoditi yang mampu menembus pasar ritel modern melalui proses packaging yang bagus,” kata Totok.

Selain itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti AUMM (Aneka Usaha Mekkasen Makmur) bisa menjadi penggerak berbagai usaha di tingkat desa, yakni Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Peran lembaga peneliti, seperti Badan Riset Daerah harus dioptimalkan dalam upaya mengembangkan usaha masyarakat di bidang pertanian.

“Jadi, penelitian yang teliti tentang struktur tanah yang cocok dengan tanaman apa dan yang menghasilkan panen melimpah setiap musimnya perlu, sehingga tidak ada lagi sikap latah ketika musim jagung tanam jagung akibatnya harga komoditi tersebut murah dan tidak mampu bersaing di level regional maupun nasional,” katanya.

Selain itu, akses jalan dan sarana prasana penunjang pertanian di semua lini juga harus memadai sehingga mempermudah para petani memperoleh bibit dan mengolahnya.

“Baru setelah itu produk hasil pertanian yang sudah siap menembus pasar retail modern di kapitalisasi melalui holding BUMDes, nasional dan market place pasar online agar semua daerah tahu bahwa Pamekasan memiliki banyak produk unggulan yang bagus dan diminati daerah lain baik dalam negeri maupun diluar negeri,” ujar Totok.

Ia lebih lanjut menjelaskan, bahwa Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jatim siap membantu dan bekerjasama dengan Pemkab Pamekasan dalam upaya memfasilitasi pasarnya melalui media sinergi bisnis yaitu ‘bussines matching’ yang setiap tahun rutin diselenggarakan.

“Pada tanggal 25 Januari 2020 kemarin Japnas Jatim telah melaksanakan itu, dan mampu menghasilkan MoU dengan nilai sebesar Rp152 miliar,” kata Totok.

Selain itu, kegiatan kompetisi bisnis kreatif juga sering dilakukan oleh Pemkab dengan melibatkan anak muda untuk merangsang motivasi dan kreasi bisnis.

“Termasuk bagaimana pemuda bisa mengawal Perpres Nomor: 80 Tahun 2019 di Pamekasan khususnya dan Madura pada umumnya,” ujar Totok.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam sebelumnya dalam acara seminar pemuda menyatakan, pilihan desa tematik itu, karena ia ingin agar pertumbuhan ekonomi dari desa.

“Program ini sebenarnya antitesa dari program ‘one village one produck’ yang pernah digagas salah satu gubernur di China,” katanya, menjelaskan. (PW-216).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *