Bupati Pamekasan Gagalkan Resepsi Pernikahan Saudaranya demi Cegah Corona

oleh
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menyampaikan keterangan pers terkait penanganan virus corona dan adanya pasien dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di RSUD Pamekasan, Jumat (20/3/2020).

PENAWARTA.COM – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam terpaksa menggagalkan resepsi pernikahan saudaranya, guna mencegah peredaran virus corona sebagaimana instruksi pemerintah pusat.

“Padahal undangan sudah menyebar, dan karena ada kasus ini, undangan yang telah menyebar ke masyarakat itu kita tarik lagi,” kata Baddrut Tamam di Pamekasan, Rabu (25/3/2020).

Bupati mengemukakan hal ini, menanggapi protes sebagian masyarakat di Pamekasan.

Menurut bupati, kepentingan bersama dan orang banyak harus diutamakan. Ia berharap masyarakat tidak hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, akan tetapi juga orang lain.

Instruksi pemerintah untuk tidak menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang adalah untuk kebaikan bersama, agar masyarakat segera bebas dari COVID-19 itu.

“Oleh karena itu, kami mengajak kepada kita semua, untuk patuh pada ikhtiar yang sedang dilakukan pemerintah saat ini, agar kita segera bebas dari ancaman virus corona ini,” katanya.

Sebab, sambung mantan anggota DPRD Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, negara yang cepat berhasil dari virus corona salah satunya yang bisa mengurangi kontak langsung dengan orang lain.

“Caranya dengan berdiam di rumah, tidak melakukan perkumpulan,” ujar Baddrut.

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan, saat ini warga Pamekasan yang terdata sebagai orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 59 orang, sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) 1 orang. (PW-023)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *