Masjid di Pamekasan Diimbau Sediakan Tempat Cuci Tangan

Masjid di Pamekasan Diimbau Sediakan Tempat Cuci Tangan

PENAWARTA.COM – Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Pamekasan, Jawa Timur mengimbau agar semua masjid di wilayah itu menyediakan tempat cuci tangan menggunakan sabun, sebagai upaya untuk mencegah penularan virus corona (COVID-19).

“Imbauan menyediakan tempat cuci dan sabun ini merupakan salah satu poin dari beberapa imbauan yang disampaikan Muhammadiyah guna memberikan rasa aman pada umat Islam,” kata Sekretaris Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus PD Muhammadiyah Pamekasan Azis Ashari dalam rilis yang diterima penawarta.com,  Kamis (26/3/2020).

Dalam imbauan nomor:  01/III.2/E/2020 yang ditanda tangani oleh Ketua PD Muhammadiyah Daeng Ali Taufiq itu, ormas Islam ini menyampaikan beberapa imbauan terkait pelaksanaan ibadah dan interaksi sosial yang perlu dilakukan umat Islam dan warga Muhammadiyah guna mencegah penularan COVID-19.

Masing-masing, 1). mengatur ulang jarak antara adzan dan iqomah supaya lebih pendek, 2), mengimbau agar bacaan Al-Qur’an setelah surat Alfatihah tidak panjang dan 3). memberi rasa aman kepada jamaah dengan beberapa cara.

Masing-masing, a). meminimalisir penggunaan AC atau mematikan AC,
b), membuka jendela masjid untuk fertilasi udara, dan c), menyediakan sarana cuci tangan disinfektan serta sabun anti kuman disetiap kamar mandi/tempat wuduk.

Selanjutnya pada poin, d) Muhammadiyah menyerukan kepada jamaah agar  setelah shalat langsung pulang, e), menyerukan kepada jamaah yang sedang sakit agar sebaiknya shalat di rumah, dan f). membersihkan lantai masjid setiap hari.

Selanjutnya pada poin g), menyediakan hand sanitizer di setiap pintu masjid, h), menggulung sajadah rool masjid, jemaah dipersilahkan membawa sajadah atau alas sendiri, dan i), menyemprotkan disinfektan secara rutin.

“Terakhir para poin j, kami mengimbau kepada warga Muhammadiyah dan umat Islam agar memperbanyak amal shalih, sedakah serta doa memohon pertolongan kepada Allah SWT agar pandemi COVID-19 dapat segera teratasi,” kata Azis Ashari, menjelaskan. (PW-012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *