Pasien PDP Meninggal Dunia di Pamekasan Negatif Corona

PENAWARTA.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Jawa Timur Marsuki menyatakan, pasien dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di RSUD dr Slamet Martodirjo beberapa hari lalu, negatif virus corona (COVID-19).

“Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) yang kami terima,” kata Marsuki kepada media Selasa (24/3/2020).

Sebelumnya pada Jumat (20/3) seorang pasien dengan status dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirjo Pamekasan.

Pasien yang meninggal dunia ini masuk PDP karena berasal dari Malang dan Malang termasuk zona merah COVID-19.

Pasien dirujuk ke RSUD Pamekasan dengan keluhan batuk dan sesak nafas dengan kondisi suhu tubuh tinggi, lalu meninggal dunia.

Tim medis RSUD Pamekasan telah mengambil spesimen pasien untuk diperiksa di laboratorium di Surabaya.

“Dan hasilnya negatif corona,” kata Marsuki, menjelaskan.

Pasien dengan status PDP meninggal dunia itu berjenis kelamin perempuan berumur 11 tahun asal Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Sementara itu, berdasarkan rilis yang disampaikan pemerintah, menyebutkan, bahwa jumlah kasus warga yang positif terpapar virus corona penyebab COVID-19 di Indonesia bertambah 107 kasus hingga menjadi 686 orang dengan angka kematian bertambah tujuh hingga total 55 orang.

Data ini merupakan kasus yang dilaporkan dari 23 Maret pukul 12.00 WIB hingga 24 Maret pukul 12.00 WIB.

Dari 107 kasus baru tersebut berasal di antaranya dari DKI Jakarta (70 kasus), Jawa Timur (10 kasus), Banten (9 kasus), Sumatera Utara (5 kasus), Jawa Tengah (4 kasus), serta masing-masing 1 kasus di DI Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Riau dan Papua.

Tidak ada penambahan kasus yang sembuh sehingga yang telah sembuh secara kumulatif masih sama yaitu sebanyak 30 orang.

Sedangkan di tingkat global, jumlah orang yang terpapar COVID-19 sudah lebih dari 382 ribu orang dengan jumlah kematian lebih dari 16 ribu orang.

Negara-negara yang terbanyak jumlah kasusnya sejak COVID-19 merebak adalah Republik Rakyat China (sekitar 81 ribu kasus), Italia (sekitar 63 ribu kasus), Amerika Serikat (sekitar 46 ribu kasus), Spanyol (sekitar 35 ribu kasus), dan Jerman (sekitar 29 ribu kasus).

Kemudian negara Iran (sekitar 23 ribu kasus), Prancis (sekitar 19 ribu kasus), Korea Selatan (sekitar 9 ribu kasus), Swiss (sekitar 8 ribu kasus), dan Inggris Raya (sekitar 6 ribu kasus).

Sementara di kawasan ASEAN atau Asia Tenggara, jumlah negara yang memiliki kasus positif COVID-19 terbanyak adalah Malaysia yang kemudian diikuti oleh Thailand. (PW-012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *