Penjelasan Singkat tentang Puting Beliung

oleh -
*Budi Cahyono

PENAWARTA.COM – Fenomena puting beliung/tornado skala kecil merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Jika kejadian puting beliung tersebut di laut disebut “waterspoot“.

Kejadian hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang/puting beliung berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

Puting Beliung merupakan angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat dan bergerak melingkar seperti spiral hingga menyentuh permukaan bumi serta punah dalam waktu singkat ( lebih dari 10 menit)

Berbagai istilah puting beliung dan Indikasinya.

Di Indonesia jenis angin ini sering juga disebut Angin Puyuh / Leysus (Jawa), di Amerika : Tornado, di Eropa disebut Twister dan di Australia disebut dengan istilah Willy willy

Indikasi terjadinya hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang/puting belitung berdurasi singkat sebagai berikut:

Pertama, satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Kedua, udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (diatas 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 65%).

Ketiga, mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis– llapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu – abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Keempat, tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu–abu/hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus).

Kelima, biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba–tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.

Keenam, jika 1 – 3 hari berturut – turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori putting beliung maupun yang tidak.

Sifat-sifat puting beliung/angin kencang berdurasi singkat sebagai berikut:

  • Sangat lokal.
  • Luasannya berkisar 5 – 10 km.
  • Waktunya singkat sekitar kurang dari 10 menit.
  • Lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba).
  • Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari.
  • Bergerak secara garis lurus.
  • Tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 30 menit – 1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda–tandanya dengan tingkat keakuratan < 50 %.
  • Hanya berasal dari awan Cumulonimbus (bukan dari pergerakan angin monsoon maupun pergerakan angin pada umumnya), tetapi tidak semua awan Cb menimbulkan puting beliung.
  • Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama.

Antisipasi dampak puting beliung
Pertama, merapikan pohon yang besar, rimbun dan tinggi serta rapuh untuk mengurangi beban pada pohon tersebut.

Kedua, melakukan pengecekan dan memperkuat bagunan non permanen maupun semi permanen (seperti atap rumah yang sudah rapuh).

Ketiga, melakukan pengecekan dan memperkuat bagunan konstruksi (seperti papan reklame, baliho dll).

Keempat, menjauh dari lokasi kejadian apabila mengetahui adanya indikasi akan terjadi puting beliung.

Kelima, ketika terjadi puting beliung cepat berlindung dengan cara merapatkan tubuh kedinding bangunan yang kokoh dan tidak disarankan berlindung di dalam mobil. (PENAWARTA.COM).

Disampaikan oleh Pusdalops-PB BPBD Pamekasan untuk pendidikan dan peningkatan wawasan kebencanaan masyarakat.