Pemkab Sampang bentuk Posko Penanggulangan Bencana Terpadu

Pemkab Sampang bentuk Posko Penanggulangan Bencana Terpadu

PENAWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang membentuk posko penanggulangan bencana terpadu guna mewaspadai bencana alam dan cuaca buruk yang diprakirakan akan berlangsung hingga Februari 2020 ini.

“Pembentukan posko terpadu di Sampang ini sebagai langkah antisipasi, mengingat cuaca buruk diprakirakan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Yuliadi Setiawan di Sampang, Senin.

Unsur dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri bergabung di posko terpadu ini, termasuk dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemkab Sampang.

Menurut Sekda, dengan dibentuknya posko terpadu ini, maka pola penanggulangan bencana akan lebih mudah teratasi.

Yuliadi menjelaskan, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Sampang dalam beberapa hari terakhir ini menyebabkan banyak pohon tumbang dan fasilitas umum rusak di Sampang.

Beberapa fasilitas umum yang rusak sesuai dengan laporan yang disampaikan ke Pemkab Sampang antara lain puskesmas dan sejumlah lembaga pendidikan.

“Untungnya tidak ada korban jiwa,” kata Sekda menjelaskan.

Sementara Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro menegaskan, pihaknya bersama TNI siap melakukan evakuasi terhadap korban bencana alam yang terjadi di wilayahnya.

Ia juga menghimbau agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan terutama dalam membuang sampah sembarangan.

Menurut Kapolres, peran media juga sangat penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Sekaligus memberikan sosialisasi tentang kesiapsiagaan bencana demi keselamatan jiwa.

“Apa yang harus dilakukan masyarakat semisal mematikan aliran listrik dan lainnya, ini yang perlu disampaikan kepada publik oleh media,” kata Didit.

Apel pembentukan posko bencana alam terpadu ini digelar di Lapangan Wijaya Kusuma Sampang.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro, Dandim 0828 Letkol Czi Ari Syahrial, Kepala BPBD Anang Djoenaidi, Ketua PMI Moh Anwari Abdullah, serta Sekda Pemkab Sampang Yuliadi Setiawan.

Sementara itu, berdasarkan catatan BPBD Pemkab Sampang, selain angin kencang, jenis bencana alam lainnya yang juga sering terjadi adalah banjir dan tanah longsor. (PW-126)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *