Polres Pamekasan Sediakan Tujuh Pos Pantau di Malam Tahun Baru

Polres Pamekasan Sediakan Tujuh Pos Pantau di Malam Tahun Baru

PENAWARTA.COM – Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyediakan sebanyak tujuh pos pantau guna memantau kegiatan masyarakat di malam pergantian tahun baru di wilayah itu.

“Ketujuh pos pantau ini tersebar di beberapa titik di Pamekasan yang diperkirakan akan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat,” kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Pamekasan Kompol Djalaluddin seusai apel gelar pasukan di area Monumen Arek Lancor Pamekasan, Selasa (31/12/2019) malam.

Selain di beberapa ruas jalur utama yang ada di Kabupaten Pamekasan, pos pantau pergantian malam tahun baru yang didirikan Polres Pamekasan itu juga tersebar di beberapa titik.

Antara lain di area Pasar Kolpajung, di Jalan Raya Talang Siring, lalu di Jalan Kabupaten, Jalan Jokotole dan Trunojoyo, dengan posko induk di area Monumen Arek Lancor, Pamekasan.

Sebagaimana pergantian malam tahun 2019, pada pergantian malam tahun 2020 ini, petugas juga melarang berbagai jenis kegiatan yang berpotensi menimbulkan keributan dan menganggu ketertiban umum.

Petugas juga menutup akses jalur lalu lintas yang hendak menuju pusat kota Pamekasan, yakni di sekitar area Monumen Arek Lancor, agar tidak menimbulkan penumpukan massa.

“Semua akses jalur lalu lintas menuju jantung Kota Pamekasan kami tutup dan sudah ada petugas di sana,” kata Kompol Djalaluddin, menjelaskan.

Untuk mewujudkan situasi kondusif, Polres Pamekasan juga menyampaikan imbauan. Antara lain, mengajak semua elemen masyarakat menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran saat berlalu lintas.

Mengimbau agar warga yang hendak merayakan pergantian malam tahun baru itu, tidak menyalakan kembang api dan petasan, serta melarang kendaraan dengan bak terbuka mengangkut orang.

“Kami juga mengimbau agar warga tidak melakukan konvoi dan kebut-kebutan,” ucap Djalal.

Berikutnya Polres Pamekasan meminta agar warga tidak mengemudikan kendaraan bermotor dalam kondisi mabuk, tetap menggunakan helm, tidak menggunakan knalpot brong yang bersuara nyaring dan memekakkan telinga dan melarang melakukan konvoi dengan berpakaian pocong. (PENAWARTA.COM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *