Bupati Pamekasan Terima Keluhan LSM tentang Problematika Tembakau

oleh -

PENAWARTA.COM – Forum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pamekasan, Senin (9/9/2019) sore menyampaikan serap aspirasi tentang problematika tata niaga tembakau dengan cara audiensi ke Pemkab Pamekasan.

Kelompok LSM ini sengaja menyampaikan aspirasi dengan cara audiensi, karena cara ini dinilai lebih efektif. Selain bisa menemukan solusi yang solutif, pembahasan sebuah persoalan dengan cara audiensi lebih mendalam, di samping lebih ilmiah.

Cara menyampaikan aspirasi dengan audiensi yang dilakukan oleh kelompok LSM yang dikoordinir oleh Ribut Baidi dan kawan-kawan ini berbeda dengan pola penyampaikan aspirasi yang disampaikan kelompok LSM sebelumnya, yakni dengan cara unjuk rasa.

“Di samping itu, dengan cara ini kami berhadap gagasan solutif dengan kepala dingin bisa tercipta dalam forum dialog ini,” katanya.

Di forum ini, audien menyampaikan berbagai temuan pengawasan yang dilakukan oleh LSM selama ini di lapangan. Antara lain, banyaknya pihak pabrikan yang membeli tembakau dibawah BEP.

Selain itu, forum juga mengusulkan pembahasan revisi Perda tentang Tata Niaga Tembakau. Salah satunya seperti pada Pasal 28 di perda itu disebutkan bahwa bupati berwenang melakukan pembinaan budi daya tembakau. Tujuannya adalah menjaga kualitas mutu.

“Tapi yang agak debatable di Perda ini adalah kata ‘menguntungkan pelaku usaha,” kata Fahrus Soleh dari Watch of Education and Corruption (WEC) Fahrus Soleh.

Para aktivis LSM ini menyarankan agar pemkab perlu melakukan intervensi agar harga jual tembakau bisa berpihak kepada kepentingan rakyat.

Diskusi terkait tata niaga tembakau perlu terus digencarkan, sehingga dengan cara itu, maka pemahaman tentang tata kelola dan hal-hal lain yang berkaitan dengan tembakau bisa tercipta dengan baik di kalangan masyarakat.

Upaya untuk menciptakan posisi tawar petani tembakau yang sejajar dengan pembeli, dalam hal ini pihak pabrikan perlu terus dibangun ke depan.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengapresiasi audiensi LSM tentang problematika tembakau ini. Ia juga setuju dengan usulan melakukan revisi isi perda yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan petani.

Ikut mendampingi Bupati Baddrut Tamam saat menemui aktivis LSM dalam audiensi yang digelar di ruang pertemuan PKK Pemkab Pamekasan itu Sekda Totok Hartono, Kepala Disperindag Bambang Edy Suprapto, Kabag Kesra Akh Zaini dan Kabag Humas Pemkab Pamekasan Sigit Priyono. (PENAWARTA.COM)