PWI Jambi Suport TMMD Ke-105

oleh -

PENAWARTA.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi mendukung dan mengapresiasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 yang dilaksanakan Kodim 0415/Batanghari di desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Sekjen PWI Provinsi Jambi Herry Rawas mengatakan, PWI sangat mendukung TMMD ke-105, karena sebagai bentuk kemanunggalan TNI dan rakyat yang memberikan manfaat besar bagi pembangunan di desa.

“Karena sejatinya wartawan dan TNI bekerja untuk rakyat. Dan apa yang dilakukan Dan Satgas 105, PWI secara kelembagaan memuji karena memfasilitasi wartawan dengan membuat posko media center di lokasi TMMD,” kata Herry.

“Jika dibutuhkan, PWI siap memberikan kelas jurnalistik kepada warga Ladang Peris,” kata Herry Rawas di Sahabat Kopitiam, Pal Merah, Sabtu (29/6/2019) pagi.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 042/Garuda Putih, Mayor Firdaus menyambut baik dukungan PWI Jambi.

Menurutnya, kerjasama dan hubungan baik ini bukan saja sebatas kemitraan, namun akan bertahap, bertingkat dan berlanjut.

“Sehingga menciptakan hubungan emosional antara TNI, khususnya wilayah Korem 042/Gapu dengan wartawan,” tegas Kapenrem.

Kapenrem juga memuji kinerja sekretariat PWI Jambi dalam membina wartawan untuk kemajuan pers di Jambi.

Saat ini tengah dilakukan pra TMMD ke-105. Puncak pelaksanaan akan dibuka tanggal 10 Juli dan berlangsung selama 30 hari sampai tanggal 8 Agustus 2019.

Untuk diketahui, Dandim Batanghari Letkol Inf Wdi Rahman selaku Dansatgas menyiapkan sebanyak 150 orang terdiri dari anggota Kodim, anggota Yonif R 142/KJ, Yon Zikon, anggota Polres, unsur Pemkab dan masyarakat setempat. Tujuan dilaksanakannya untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sasaran fisik maupun sasaran non fisik.

Personel bersama masyarakat akan langsung actionmelaksanakan program tersebut. Sasarannya, kata Firdaus, pembuatan jalan Desa Ladang Peris sepanjang 3 kilometer dan lebar 12 meter dan pembuatan jembatan kayu dua unit, pemasangan gorong-gorong sebanyak enam titik, dan bedah rumah warga sebanyak 34 Unit.

Sasaran non fisik berupa ceramah agaman, penyuluhan tentang bela negara, wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan, penyuluhan pertanian, pendidikan, hukum dan kamtibmas, sosialisasi narkoba, keagamaan, bahaya teroris dan paham radikalisme, KB kesehatan, perikanan atau peternakan, lingkungan hidup dan kehutanan, kegiatan PKK, dan Penyuluhan atau sosialisasi pelayanan publik dan kependudukan. (PENAWARTA.COM)