Memulai Tugas Baru dengan Keteladanan

oleh -
Upacara Pedang Pora Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo di Mapolres Pamekasan, 2 Desember 2017.

Upacara di halaman Mapolres Pamekasan yang terletak di Jalan Stadion Nomor 81 Pamekasan, pagi itu, 2 Desember 2017 nampak berlangsung dengan hikmat. Nuansa berbeda terlihat dengan jelas, dibanding upacara pada hari-hari biasanya. Sekitar 12 orang berseragam lengkap, dengan memegang pedang berbaris rapi dalam satu barisan dengan menggunakan sarung tangan berwarna putih. Lalu, sang komandan regu melaporkan pada dua orang yang sejak tadi berdiri bagai sepasang mempelai, bahwa prosesi upacara telah siap, maka para anggota pasukanpun dengan serempak menghunus pedang membentuk gapura.

Pasangan itupun lalu mulai berjalan melewati gapura dari pedang-pedang yang terhunus. Pasangan itu tak lain adalah kapolres baru Pamekasan AKBP Teguh Wibowo, SIK dan istri Rena Teguh Wibowo, pengganti kapolres sebelumnya AKBP Nowo Hadi Nugroho, SH, S.IK. Tepat tanggal 2 Desember 2017, mantan Kapolsek Kebayoran Baru Jakarta Selatan tiba dan menapaki tanah Pamekasan. Upacara “Pedang Pora” menyambut kedatangan sang pemimpin baru ini, setelah sebelumnya ia menjalani acara serah terima jabatan di Mapolda Jatim pada 30 November 2017. Sementara AKBP Nuwo Hadi Nugroho, dipromosikan menjadi Wadir Intelkam Polda Banten.

Melanjutkan Program
Kapolres AKBP Teguh Wibowo memang tidak memiliki program yang muluk-muluk. Ia hanya melanjutkan program baik yang telah dilakukan kapolres sebelumnya, terutama dalam menjalankan fungsi institusi itu sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Intensitas komunikasi dengan semua elemen masyarakat, menurut dia merupakan modal dasar dalam berupaya mewujudkan hubungan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang keamanan.

Di institusi polri, pindah tugas merupakan sesuatu yang biasa, karena sebagai abdi negara, mereka telah berikrar bahwa siap ditugaskan dimana saja di bumi Nusantara ini. Ini berarti, bahwa dimanapun saja, tidak menjadi persoalan bagi seorang anggota polri dalam bertugas. Upaya penyegaran tugas, merupakan alasan pokok, mengapa pindah tugas tersebut dilakukan, selain alasan promosi jabatan. Bagi Teguh Wibowo, bertugas di tempat baru yang sama sekali belum dikenalnya merupakan tantangan, sekaligus harapan untuk bisa menjalankan tugas dengan sebaik mungkin. Demikian juga bagi AKBP Nuwo Hadi Nugroho.

Tapi juga yang tidak kalah pentingnya adalah menjunjung nilai-nilai dan budaya lokal yang berkembang baik, termasuk nilai-nilai keagamaan, selain mengimplementasikan visi dan misi institusi yang telah ditetapkan. Sebab, bagi Teguh Wibowo, mengimplementasikan visi dan misi institusi merupakan program perioritas yang harus dijalankan.

Visi Polres Pamekasan sebagaiman telah teruang dalam situs resmi institusi ini adalah terciptanya keamanan dalam negeri dari segala bentuk ancaman dan gangguan berupa kejahatan guna terlaksananya pembangunan nasional dalam rangka tercapainya masyarakat yang damai dan sejahtera. Sementara, Polri memiliki kemampuan profesional dalam melaksanakan tugasnya dan dapat dipercaya oleh masyarakat. Sementara misi Polres Pamekasan adalah mengacu kepada misi Polri dengan tugas pokok sebagaimana tercantum dalam undang-undang RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yakni (1), Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; (2)Menegakkan hukum; dan (3), memberikan perlindungan pengayoman dan pelayanan masyarakat.

Penjabaran tugas pokok polri ini sebagaimana tertuang dalam Pasal 14 UU Nomor 2 Tahun 2002 yang menyebutkan bahwa dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam pasal 13, Kepolisian Negara Republik Indonesia bertugas: (1), Melaksanakan pengaturan penjagaan, pengawalan, dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan; (2), Menyelenggarakan segalah kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan; dan (3), Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, kesadaran hukum masyarakat serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan; (4), Turut serta dalam pembinaan hukum nasional; dan (5) Memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum.

Dengan demikian, maka berbagai bentuk program dan orientasi tugas yang harus dijalankan, hendaknya berorientasi pada visi dan misi yang telah ditetapkan, sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia tersebut. Kerja sama dan sama kerja diantara berbagai elemen di organisasi internal polri, dalam hal ini Polres Pamekasan, sangat dibutuhkan, disamping dukungan dari semua elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Pamekasan. Pada sisi ini, Kapolres AKBP Teguh Wibowo memandang penting untuk membangun komunikasi dengan semua pihak, guna mengaktifkan peran serta mereka dalam ikut mewujudkan situasi yang aman dan kondusif.

Ia menyadari, bahwa jumlah personel Polres Pamekasan yang terbatas, yang masih jauh dari jumlah ideal sesuai dengan ketentuan PBB, akan sulit untuk bisa memberikan pelayanan yang optimal. Menggugah kesadaran semua elemen masyarakat, penting untuk dilakukan, disamping meminta dukungan agar bisa menyelenggarakan program-program baik yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan universal bisa terwujud dengan baik.

Untuk bisa mewujudkan hal itu, kapolres memandang bahwa pendekatan dengan para pihak guna mengkomunikasi program-program yang hendak dijalankan penting untuk dilakukan. “Buat seseorang itu penting, maka anda menjadi penting bagi orang itu“, ada ungkapan yang menjadi pegangan Kapolres Teguh Wibowo. Prinsip saling memberi dan saling menerima dipandang sebagai “sunnatullah” dan menjadi niscayaan dalam menyelesaikan persoalan sosial yang akan terjadi di masyarakat.

Berbaur Tanpa Jarak
Misi institusi polri sebagaimana menjadi amanat dari Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia berupa, perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat, nampaknya benar-benar menjadi perhatian, bahkan cara berfikir dan bertindak Kapolres Teguh Wibowo. Perlindungan, pengayoman dan pelayanan baginya untuk semua kalangan, bukan hanya kelompok atau orang tertentu saja. Sisi kemanusiaan sebagai implementasi dari nilai-nilai universal dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) abdi negara menjadi pendorong bagi kapolres untuk berbuat yang bermanfaat dan berguna, serda peka terhadap kondisi sosial yang terjadi di masyarakat.

Ia tidak segan-segan untuk berkunjung secara langsung kepada masyarakat yang dipandang memang membutuhkan perhatian dan bantuan. Seperti yang dilakukan saat mengunjungi orang tua (jompo) di Kecamatan Kadur. Kapolres datang secara langsung ke rumah nenek Atliyah (61), nenek yang hidup sebatang kara, bahkan ia bercengkrama dengan sang nenek seolah tanpa sekat sedikitpun. Kapolres datang didampingi oleh Kasat Binmas AKP Khoirul Anwar SH MH, KBO Sabhara Iptu Bambang Iriawan SH, Kapolsek Kadur AKP Agus Sutanto S.Sos, serta sejumlah anggota Koramin Kadur.

Suasana haru dan tatapan mata yang berkaca-kaca, tidak bisa menyembunyikan orang nomor satu di lingkungan Polres Pamekasan kala berkunjung ke gubuh Nenek Atliyah. Ia bahkan rela berjalan kaki, menuju rumah sang nenek yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat di Dusun Dusun Berkongan Laok, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Pamekasan itu kala itu.

Dalam kunjungan ke rumah nenek berumur 61 itu, Kapolres Pamekasan beserta pejabat utama Polres Pamekasan memberikan sejumlah sembako. Memang, sumbangan itu, tidak akan merubah nasib sang Nenek, tapi paling tidak kepedulian sang pemimpin ini, setidaknya bisa menjadi contoh, bahwa perhatian merupakan hal pertama, bahkan utama, untuk menggugah kesadaran pihak lain ikut peduli dengan kondisi sekitarnya. “Kami harap semoga apa yang kami berikan ini dapat membawa manfaat dan dapat membantu kehidupan nenek Atliyah,” ucap AKBP Teguh Wibowo, seperti dilansir situs polrespamekasan.co (12/1/2018).

Tangis kebahagiaan jelas terpancar dari raut wajah nenek Atliyah saat Kapolres Pamekasan menyerahkan bantuan berupa sembako. Sang nenek tidak menyangka akan dikunjungi oleh Kapolres Pamekasan dan pejabat utama Polres Pamekasan. Ia hanya hanya bisa berdoa, bahwa apa yang dilakukan Kapolres Pamekasan itu mendapat balasan dari kebaikan dan perhatian yang telah ia lakukan.

Kunjungan Kapolres AKBP Teguh Wibowo ke nenek Atliyah ini, memang tidak merepresentasikan prilaku semua personel. Akan tetapi, apa yang telah dilakukan kapolres ini paling tidak telah memberita pendidikan akan komitmen pribadi yang pemimpin, yakni pemimpin yang merakyat, tidak berjarak dan mau bergaul atau mengayomi siapapun saja. Dalam konteks ini, Teguh Wibowo telah melampaui faktor formalitas sebagai pejabat negara. Sebab bisa saja ia memerintahkan anak buahnya untuk sekadar memberikan sumbangan kepada nenek Atliyah, akan tetapi hal itu tidak dilakukan. Teguh malah datang secara langsung ke rumah gubuk sang Nenek.

Kepedulian yang diperlihatkan oleh Kapolres Pamekasan merupakan gambaran betapa ia juga ingin ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain yang tidak memiliki nasib baik, sebuah pola kepemimpinan yang terbangun dengan rasa yang patut menjadi contoh dan teladan bagi bawahannya. Kapolres ingin menunjukkan bahwa keteladan adalah hal pertama dan ulama yang harus menjadi pegangan bagi seorang pemimpin. (Bersambung ke-2)