Kades Muda di Pamekasan Cenderung Lebih Inovatif

oleh -

PENAWARTA.COM – Kepala Desa (Kades) dari kalangan pemuda, dan terpelajar, ternyata cenderung lebih inovatif dan kreatif dalam menata pemerintahan dan memajukan desa.

Hasil penelitian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan tahun 2017 menyebutkan, selain kreatif dan inovatif, kades muda relatif lebih luwes dalam berkomunikasi, mengayomi kepada kaum muda, dan sangat perhatian pada kepentingan generasi tua.

Dari tiga kepala desa yang mendapatkan Award PWI Pamekasan saat Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017, semuanya merupakan kepala desa muda yang terdidik.

Masing-masing Kepala Desa Poto’an Daja, Kecamatan Palengaan, Kepala Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, dan Kepala Desa Bajang, Kecamatan Pakong.

Kades Poto’an Daja terpilih mendapatkan award PWI Pamekasan dalam Katagori Pengabdi Terdidik Membangun Desa, Kepada Desa Waru Barat, Kecamatan Waru meraih penghargaan dalam Katagori Desa Dengan Pengelolaan Keuangan Terbaik, sedangkan Kepala Desa Bajang, Kecamatan Pakong, meraih penghargaan dalam Katagori Desa Terinovatif Meningkatkan Perekonomian.

Kades Poto’an Daja
Kepala desa (Kades) Potoan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Mohammad Rofiuddin, dinobatkan sebagai pengabdi terdidik membangun desa oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan.

PWI Pamekasan menganugerahkan Mohammad Rofiuddin sebagai pengabdi terdidik membangun desa tidak lepas dengan perannya di bidang pendidikan dan pemerintahan desa.

Rofiuddin mengabdi di bidang pendidikan sejak 2018. Pada waktu itu, ia langsung dipercaya menjadi kepala sekolah SMP Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar. Pengabdiannya di dunia pendidikan, diakuinya adalah cita-cita sejak kecil.

Sebagai kepala SMP, Rofiuddin juga melanjutkan kuliah S2 di STIE Mahardika tahun 2009 dengan konsentrasi manajemen. Tujuannya, tiada lain untuk mengembangkan lembaga pendidikan yang dia ampunya.

Pengabdiannya yang tulus, kesuksesannya memimpin lembaga pendidikan, membuatnya dipercaya oleh masyarakat Potoaan Daya untuk menambah ladang pengabdian sebagai Kepala Desa.

Jabatan itu, diakuinya tidak pernah dia impikan. Jabatan tersebut tidak ada dalam kamus hidupnya bahwa akan menjadi kepala desa. Rufiuddin kuliah jurusan perbandingan Mazhab dan Hukum di UIN Sunan Kalijaga.

Meski begitu, Rofiudin tidak setengah-tengah dalam mengabdikan dirinya sebagai kepala desa. Tanggung jawab memimpin 3.304 warga yang tersebar di 4 dusun dan menghuni wilayah seluas Luas 1.275 hektar, Rofiudin melakukan banyak pengembangan di desanya.

Sudah setahun lebih Rofiudin memimpin desa Potoan Daya Kecamatan Palengaan. Tahun 2016 lalu, APBDes mencapai lebih dari 1 miliar rupiah. Tidak heran, jika desa tersebut saat ini memiliki 2 BUMDes yang sudah berjalan dan satu BUMDes yang sedang dipersiapkan di tahun ini.

4 kelompok tani, 4 posyandu, Karang Taruna, Remaja Masjid, Koperasi Wanita diayomi dengan baik sehingga perjalanan desa Potoan Daya sangat dinamis. Peran serta pemuda juga diayomi melalui Asosiasi Pelajar Desa potoan Daya (APDA).

Status sebagai orang terpelajar dengan prestasi jenjang akademik summa cumlaude, tidak membuatnya gengsi untuk mengabdi di tingkat desa. Pemikirannya bahwa desa adalah soko guru dari bangsa ini, dan kemampuannya memanaj pemerintahan desa dengan baik.

Atas pengabdiannya di dunia pendidikan dan di desanya, membuat PWI Pamekasan jatuh hati dan memberikan apresiasi berupa pengharagaan kepada Rofiuddin. Penghargaan diserahkan dalam acara puncak HPN dan PWI Awards Pamekasan 2017, di Pendopo Ronggosukowati, Senin malam (3/4/2017).

Kades Waru Barat
Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, berhasil meraih PWI Pamekasan Award 2017 dengan katagori Desa dengan Pengelolaan Keuangan Paling Transparan.

Anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) tahun 2017 desa Waru Barat dinyatakan transparan. Bahkan, Kepala Desa (Kades) Waru Barat Abdussalam Ramli memajang kegiatan belanja desa yang dioperasikan untuk menggerakkan desa itu di papan pengumuman agar mudah diketahui masyarakatnya.

Di Desa Waru Barat, pendapatan desa mencapai Rp1.696.473.370. Bidang pembelanjaannya meliputi, bidang penyelengara pemerintahan desa Rp410.016.958, bidang pembangunan desa Rp1.087.543.303, bidang pembinaan masyarakat Rp52.749.125, bidang pemberdayaan masyarakat Rp138.32.500, dan bidang tak terduga Rp10.000.000.

Desa yang dipimpin alumnus S-1 Fisika FMIPA Universitas Brawijaya Malang tersebut, memperlihatkan sebuah tata kelola pemeritahan desa yang akuntabel dan transparan.

Dari segi transparansi, kades yang pernah meraih gelar tokoh muda terpopuler versi sebuah media harian di Madura tersebut, memulainya justru sejak sebelum menjadi kepala desa. Sembilan bulan sebelum pilkades, saat pencalonannya, dia telah memaparkan visi-misi yang disebut Pakta Dasawarsa (desa bersatu, waru barat sejahtera dan amanah).

“Saya akan mengundurkan diri jika visi dan misi yang tertuang dalam pakta dasawarsa tidak terlaksana selama satu tahun,” tutur pria dengan dua anak tersebut.

Suami Failasufiyah itu mencoba meneggakkan prinsip check and balance dengan cara membentuk badan pemberdayaan desa (Bappedes) dan mengoptimalkan Badan Pemberdayaan Desa (BPD) setempat.

“Bappedes terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, dan unsur babinkamtibmas,” tuturnya.

Tidak hanya itu, jika bupati Pamekasan melancarkan program Bunga Desa, kades Waru Barat ini punya spesifikasi program unggulan Kembang Desa (Kepala Desa Bangun Desa), dengan kegiatan Mantap (Master Plan Tata Kelola Pembangunan) Desa, 3G (Gebrak, Gebyar, Gempar), Kawan (Kepala Desa Mewarnai), pelayanan desa prima “Same Sae”, dan penerbitan majalah “surga desa”.

Melalui Gebrak, telah terjadi peningkatan produktivitas UKM di Waru Barat. Sementara Gebyar, merupakan gerakan solidaritas terhadap masyarakat pra sejahtera, terutama bagi masyarakat yang luput dari bantuan pemerintah (tidak ter-cover dalam DPM RTS).

Sebagai sistem yang berbasis layanan publik, Pemerintah Desa Waru Barat juga memiliki program ke-4, Pelayanan Prima Senin-Minggu yang disebut dengan “Same Sae”. SAME SAE merupakan akronim Samenit Mareh, Sadheje Epalastareh.

Kades Bajang
Upaya Kepala Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan Moh Mokri untuk memajukan desanya tidak sia-sia. Baru satu tahun menjabat kepala desa ini sudah mempersembahkan dua prestasi yang cukup membanggakan.

Prestasi pertama, Desa Bajang meraih juara 1 kategori advokat, pengembangan perpustakaan berkelanjutan oleh perpuseru pusat di jakarta, dan prestasi kedua, meraih penghargaan desa paling aktif, dalam mengelola perpustakaan desa oleh Bupati Pamekasan.

Tidak cukup dengan prestasi, Mokri saat ini tengah berupaya mengembangkan wisata alam Bukit Brukoh, yakni potensi wisata alam yang ada di desa berpenduduk 1.764 jiwa ini, yang sebelumnya tidak tergarap bersama komunitas wartawan dalam program “Ayo Mampir Pamekasan” sehingga Bukit Brukoh kini mulai dikenal masyarakat di Pulau Madura.

Geliat ekonomi juga mulai tumbuh di sekitar lokasi wisata ini, apalagi setiap seminggu sekali digelar bazar dan pameran produk hasil kerajinan warga setempat.

Selama kurun waktu satu tahun, kepemimpinan Mokri mampu membangun balai desa, dan berbagai jenis pembangunan infrastruktur lainnya di Dusun Brukoh, irigasi di Dusun Laras, pengaspalan Jalan Dusun Klobungan, membangun tembok penahan tanah serta irigasi di Dusun Sannip, pengaspalan jalan menuju wisata alam bukit brukoh.

Di tengah kesibukannya mengurus proses penyelesaian Magister Pascasarjana, Mokri tetap konsen membangun desanya. Bahkan dalam waktu dekat, akan melanjutkan pembangunam desa yang belum kelar, seperti pembanguna jalan makadan dan aspal di Dusun Brukoh, jalan aspal di Dusun sannip, perluasa balai desa bajang, serta pembangunam plat beton Brukoh-Sannip.

Tidak hanya di bidang pembangunan desa, program inovatif untuk memajukan ekonomi dan keterampilan masyarakat desa juga dilakukan. Pria ini ingin agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi, dan oleh karena beragam jenis keterampilan digerakkan di desa ini.

Di bidang pertanian, Kepada Desa Mokri mengembangkan bibit benih desa, sedangkan di bidang usaha perdagangan, masyarakat dilatih membuat sambel serbuk khas bajang.

Fasilitas untuk meningkatkan wawasan informasi dan teknologi melalui kursus komputer juga difasilitasi langsung oleh desa.

Prinsip hidup banyak teman banyak rejeki, serta semua media merupakan wahana untuk menjalankan program, nampaknya menjadi prinsip sang kades muda ini. Maka tidak hewan jika di berbagai kesempatan, sang kades muda ini selalu memanfaatkan momentum untuk mensosialisasikan program dan kebijakan desa.

Akses informasi mampu dimanfaatkan secara maksimal di desa ini, sehingga Desa Bajang, tercatat sebagai desa yang memiliki media informasi dan promosi desa melalui website desa pada lama bajang.blogdesa.net.

Atas dasar itu, maka Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan memberikan penghargaan pada HPN 2017 dan HUT ke-71 PWI kepada Kepala Desa Bajang dengan Kategori Desa Inovatif Meningkatkan Perekonomian Desa. (PENAWARTA.COM)