Babinsa di Pamekasan Bajak Sawah Secara Tradisional

oleh -

PENAWARTA.COM – Bangsa Indonesia sejak zaman dulu dikenal sebagai negara agraris karena masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai petani.

Dahulu petani memanfaatkan tenaga sapi atau kerbau untuk membajak sawah.

Bajak sawah secara tradisional itu masih ada, seperti ketika Babinsa Bulangan Berenta Serda Ediyanto membantu petani yang menggarap lahan secara tradisional, Jumat (17/05/2019).

Babinsa Bulangan Berenta mengemukakan para petani didesanya saat ini sedang menyiapkan lahan untuk persiapan menanam tembakau dengan membajak sawahnya terlebih dahulu.

Seperti bapak Marsuki ini, dalam membajak masih menggunakan tenaga sapi, “Secara budaya hal ini harus dipelihara sebagai bagian dari sejarah petani.” ungkapnya.

Marsuki juga mengemukakan bahwa dirinya dalam membajak sawah tidak akan menggunakan traktor.

“Kami akan tetap mempertahankan bajak sawah menggunakan sapi ini,” katanya. (PW3/TNI)