SSR Aisyiyah Pamekasan Lakukan Penguatan Kader dan Perluasan Wilayah Intervensi TB

oleh -

PENAWARTA.COM – Tuberculosis atau yang lebih dikenal TBC masih menjadi salah satu dari 10 penyakit penyebab kematian tertinggi didunia dan menempati posisi ke-3 setelah penyakit jantung dan pernapasan akut.

WHO mendata, setiap detik terdapat satu orang terinfeksi kuman mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan terjadinya penyakit TBC.

Dalam perkembangannya, TBC tidak hanya menyerang paru, namun juga dapat menyerang Kulit hingga tulang dan memiliki beberapa tipe mulai dari TB Reguler hingga tb yang kebal obat seperti TB RO.

SSR Aisyiyah Pamekasan masih konsisten dalam upaya eliminasi TB/TBC di Pamekasan. Salah satu upaya bukti keseriusan SSR Pamekasan ialah kembali melakukan penambahan / rekruitmen kader TB sebanyak 28 Orang dari 8 wilayah kerja Puskesmas yang masih perlu diintervensi dan ditindaklanjuti diantaranya Puskesmas Bulangan Haji, Puskesmas Pasean, Puskesmas Galis, Puskesmas Teja, Puskesmas Pegantenan, Puskesmas Kowel, Puskesmas Proppo dan Puskesmas Panagguan sehingga kini penyebaran Kader TB cukup merata di 13 Kecamatan sebanyak 20 Puskesmas di Pamekasan.

Dalam upaya terwujudnya kader yang memiliki integritas dan tanggungjawab, SSR Pamekasan melakukan pelatihan kepada 28 kader baru tersebut yang dilaksanakan pada tanggal 22-25 April 2019.

Pada hari terakhir, para kader dilatih untuk terjun langsung ke masyarakat melakukan investigasi kontak dalam upaya penemuan TB di Wilayah Kerja Puskesmas Sopa’ah pada 3 kasus indeks TB yang telah Positif TB didampingi oleh Programmer TB Puskesmas Sopa’ah, Programmer Puskesmas Pademawu, dan Data Officer TB Dinas Kesehatan Pamekasan Jawa Timur.

Perlu adanya partisipasi aktif dari berbagai kalangan masyarakat guna selalu mengingatkan pentingnya mencegah dan mengobati TB/TBC, salah satunya ialah kader TB. Namun, Fenomena yang terjadi di masyarakat Madura, khususnya Pamekasan masih enggan dan takut memeriksakan kesehatannya (melalui periksa dahak) sebagai upaya pencegahan dini, terlebih lagi masih terjadinya asumsi bahwa TB itu “Cekkek”.

“Sebenarnya itu tidak betul adanya,” kata Wakil Supervisor (Wasor) TB Dinas Kesehatan Pamekasan, Sidia Nasrul H. dalam penutupan Pelatihan Kader TB SSR Aisyiyah Pamekasan beberapa waktu lalu.

Sehingga, sambung dia, asumsi yang sudah kental dimasyarakat diharapkan tidak menjadi halangan bagi para kader pejuang TB dalam mencari dan memperjuangkan Indonesia khususnya Pamekasan ter-eliminasi TB. (PENAWARTA.COM)