Pemkab Pamekasan Beri Penghargaan 26 Pembaca Al-qur’an Terbaik Pelajar SD, Ini Pesan Bupati Baddrut

Pemkab Pamekasan Beri Penghargaan 26 Pembaca Al-qur’an Terbaik Pelajar SD, Ini Pesan Bupati Baddrut

PENAWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memberikan penghargaan anugerah terhadap 26 pembaca al-qur’an terbaik siswa sekolah dasar (SD) se Kabupaten Pamekasan, Selasa (30/04/19).

Penyerahan anugerah itu diberikan langsung oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersamaan dengan prestasi pelajar SDN 2 Murtajih Kecamatan Pademawu, Sa’dilah Maulidia yang sukses meraih juara harapan 1 membaca Alquran tingkat Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, M. Tarsun menjelaskan, setiap kecamatan terdapat 2 perwakilan pembaca al-qur’an terbaik.

“Masing – masing 1 perempuan dan 1 laki-laki. Jumlah total secara keseluruhan sebanyak 26 dari 13 kecamatan yang ada,” kata Tarsun melaporkan.

Sementara, Bupati Baddrut Tamam sangat mengapresiasi prestasi para pelajar SD yang sukses menjadi pembaca Al-qur’an terbaik. Bahkan, dirinya berkeinginan gema Al – Qur’an terus berkumandang diberbagai sekolah SD se Kabupaten Pamekasan.

“Senang sekali rasanya, di seluruh SDN di Pamekasan, senyap, teduh dengan alunan Al-qur’an. Senang rasanya kalau kemudian di kantor – kantor dinas, di tempat instansi yang lain juga menyetel Al-qur’an,” kata orang nomor satu di Kabupaten berslogan Gerbang Salam ini.

Sebab, menurut politikus partai kebangkitan bangsa (PKB) ini, hampir tidak ada korelasi yang sangat signifikan antara Gerbang Salam dengan perilaku pemerintahan yang bersih.

Apalagi, kata Bupati Baddrut, selama ini program kegiatan besar, tetapi tidak dalam bentuk tindakan.

“Membiasakan anak – anak muda, generasi masa depan membaca Alquran menjadikan struktur di internalnya akan menjadi inerpower untuk mendorong generasi masa depan tertanam iman yang bagus dan kualitas yang bagus serta memiliki sumber daya manusia yang berdaya saing dengan Kabupaten kota besar di Indonesia,” jelasnya, menambahkan.

Dilanjutkan, sumber daya manusia yang bagus tidak cukup menjadikan kehidupan bahagia, tetapi perlu dilandasi moralitas dan keimanan yang kuat dan bagus pula.

“Senang kalau kemudian membumikan Al-qur’an terus hidup di desa – desa, syukur rencana program hafid dan hafidah untuk generasi masa depan di Desa – desa, target misalnya di setiap tahun di desa 1 hafid Alquran, dan terus ditingkatkan, maka menjadi penguatan iman, dan Alquran menjadi pondasinya,” tandasnya. (ld/PW3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *