Bawaslu Pamekasan Istighotsah Akbar “Untuk Pemilu Damai Anti Politik Uang”

by -

PENAWARTA.COM – Menjelang H – 2 pencoblosan  Pemilu serentak 2019, Bawaslu Kabupaten Pamekasan menggelar istighosah akbar di gedung Islamic Centre jl. Raya Panglegur, Senin (15/04/2019) malam.

Istighotsah ini dihadiri ribuan pengawas pemilu tingkat paling bawah, yakni Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) seluruh anggota Bawaslu Pamekasan serta ketua Bawaslu Jawa Timur Moh. Amin.

Selain itu, turut hadir pula Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bersama Forkopimda, tokoh ulama, kiai dan tokoh masyarakat.

Istighosah Akbar ini merupakan rangkaian apel siaga pengawasan pemilu 2019  dengan tema “Untuk Pemilu Damai Anti Politik Uang”.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pamekasan, Abdullah Saidi dalam sambutannya, Pemilihan Umum (Pemilu) adalah perayaan demokrasi yang patut dirayakan dengan penuh sukacita, damai dan rasa bangga sebagai sebuah bangsa yang beradab.

“Tinggal dua hari lagi pemilu akan digelar, maka dari itu bapak ibu sekalian perlu mempersiapkan diri untuk melakukan pengawasan-pengawasan di tempat bapak ibu bertugas,” tuturnya Dihadapan ribuan pengawas.

Menurutnya, pemilu kali ini adalah pengalaman baru yang dilaksanakan secara serentak baik pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kab/Kota. Sehingga, dengan aspek keserentakan tersebut, menjadi ujian besar bagi Bawaslu sebagai pengawas pemilu 2019.

Menyadari hal tersebut, lanjut Abdullah Saidi, pihaknya telah melakukan berbagai upaya serius guna menyelesaikan kesiapan dan kematangan seluruh jajaran dalam menghadapi setiap tahapan pemilu.

“Termasuk pengawasan masa tenang, hari pemungutan hitung dan rekapitulasi serta kesiapan penanganan pelanggaran dan potensi sengketa proses pemilu,” tegas Abdullah Saidi.

Di kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Jatim Moh. Amin menuturkan, seluruh kabupaten/kota se Indonesia termasuk di Jawa Timur melaksanakan kegiatan apel siaga, apel akbar dengan berbagai macam bentuk aktivitas dalam rangka mensukseskan pesta demokrasi yang akan di gelar Rabu, 17 April 2019 besok.

“Ada yang berupa upacara apel siaga melibatkan pengawas TPS se kabupaten/kota, ada apel siaga dalam bentuk senam bersama, ada apel siaga dengan bentuk kendur pengawasan, dan malam hari ini di Pamekasan melaksankan istighosah Akbar pengawasan pemilu 2019,” ucapnya.

Pria asal Kabupaten Sumenep ini menjelaskan, musuh pesta demokrasi itu diibaratkan seperti sampah.

“Kalau money politik merupakan sebuah sampah, kalau melibatkan isu sara merupakan sebuah sampah, kalau melaksanakan kampanye di masa tenang merupakan sebuah sampah, maka agar bersih proses demokrasi pemilu 2019 membutuhkan alat pembersih, dimana tugasnya membersikan segala sampah yang berserakan. Maka harapan kami di pertemuan malam ini, kita sama-sama berkomitmen memegang teguh sumpah dan jabatan yang kita ucapkan pada saat pelantikan,” katanya penuh harap.

Pria asal Sumenep ini juga mengingatkan kepada pengawas TPS sebagai kepanjangan tangan dari Bawaslu di tingkat bawah, keberadaannya bukan masyarakat biasa, melainkan sebagai pejabat negara yang bertugas menegakkan demokrasi di wilayah TPS nya masing-masing. Sebab, keberadaan pengawas TPS akan menentukan terhadap pelaksanaan dan hasil pemilu serentak 2019 ini.

“Mudah-mudahan kita semua seluruh jajaran pengawas Bawaslu Kabupaten, Panwas kecamatan, desa, kelurahan, dan pengawas TPS kabupaten Pamekasan diberikan kemampuan untuk menjalankan tugas sesuai dengan amanah undang-undang,” harapannya. (mt/PW3/Bawaslu)