Mengenal Puting Beliung

by -
*Budi Cahyono

PENAWARTA.COM – Pada musim hujan seperti sekarang ini, bencana berupa angin kencang dan angin puting beliung biasa terjadi. Tapi dua jenis angin yang berpotensi merusak ini berbeda, dari sisi pengertian, karakter dan penyebabnya.

Berikut ini tentang pengertian, karakteristik, penyebab terjadinya angin puting beliung, proses terjadinya dan dampak dari terjadinya angin puting beliung

Pengertian Puting Beliung
Orang awam menyebut angin puting beliung angin Leysus, di daerah Sumatera disebut Angin Bohorok dan masih ada sebutan lainnya. Angin jenis ini yang ada di Amerika yaitu Tornado mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter.

Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Ada beberapa sebutan untuk puting beliung.

Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pancaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

Karakteristik Angin Beliung
Puting beliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting beliung.

Setidaknya ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi tentang angin puting beliung, yakni:
a. Kehadirannya belum dapat diprediksi.
b. Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal.
c. Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner.
d. Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan.
d. Lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak di daerah dataran rendah.

Penyebab Puting Beliung
Penyebab terjadinya angin puting beliung disebabkan karena udara panas dan dingin bertemu, sehingga saling bentrok dan terbentuklah puting beliung.

Selain itu juga karena dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun Kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan.

Proses Terjadinya Puting Beliung
Proses terjadinya angin puting beliung, biasanya terjadi pada musim pancaroba pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul, akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertikal, selanjutnya di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi menghembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak.

Dampak Terjadinya Puting Beliung
Dampak terjadinya puting beliung antara lain:

  1. Rusaknya rumah dan infrastruktur suatu daerah
  2. Dapat menimbulkan korban jiwa.
  3. Rusaknya kebun-kebun warga
  4. Kerugian Material.
  5. banyak puing-puing dan sampah yang terbawa puting beliung dan berserakan
  6. Terganggunya kegiatan-kegiatan ekonomi. (*)

*Penulis adalah Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan. Tulisan ini disarikan dari beberapa sumber resmi, dan materi diklat kebencanaan.