Ratusan Santri Bata-Bata Ngaji Fotografi Bersama Yuyung Abdi

oleh -

PENAWARTA.COM – Pekan Ngaji 4 yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang terletak di Desa Panaan kini menyuguhkan berbagai kegiatan. Salah satunya, ngaji Fotografi bersama Fotografer senior Jawa Pos, Yuyung Abdi.

Bertempat di lantai dua Aula kantor pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Sabtu, (12/01/2019), sosok Yuyung ini memberi banyak ilmu tentang fotografi terhadap ratusan Santri Bata-Bata dan alumninya di pekan ngaji 4 dengan tema ” Teknik Modern Fotografi Digital”.

Bahkan, pria alumnus doktor Universitas Airlangga Surabaya ini mengaku bisa keliling dunia gratis lewat fotografi.

“Dengan fotografi saya bisa keliling dunia gratis,” katanya dihadapan ratusan peserta yang ikut ngaji Fotografi.

Menurutnya, banyak pengalaman yang sudah dilalui sejak dirinya menjadi seorang fotografi dalam sebuah media.

Dikatakan, kehidupan seseorang saat ini bisa digambarkan dalam bahasa visual.

“Ini yang disebut revolusi visual,” jelas dia.

Sebab, ada hal yang berbeda dalam dunia fotografi itu sendiri. Artinya, lanjut Yuyung, melakukan pemotretan itu bukan hanya sekedar memfoto, tetapi ada nilai yang berbeda.

Menurut pria kelahiran Surabaya itu, dalam dunia fotografi bentuknya harus menarik dan memiliki warna yang bagus serta berkesinambungan.

Ia mencontohkan, untuk mengambil suatu momen, tidak cukup hanya sehari atau dua hari saja, tetapi ia mengaku membutuhkan waktu hingga 2 bulan untuk mendapatkan momen yang menarik serta memiliki nilai yang tinggi.

“Untuk mengambil foto ini, saya harus menghabiskan waktu 2 bulan agar sesuai momennya dengan harapan,” tuturnya menunjukkan sebuah gambar lautan dengan tampak seorang nelayan berlayar pas dibawah matahari terbenam.

“Didunia ini kita yang dibutuhkan itu adalah dokumenter,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa itu merupakan bagian dari gramatika fotografi, yakni ada orang, benda atau objek serta tempat.

Yuyung yang juga dosen di Unair Surabaya ini telah banyak melakukan berbagai investigasi, bahkan ke sejumlah Negara sudah ia datangi.

Tak hanya itu, pria kelahiran 1969 ini juga telah melakukan investasi di 60 Kabupaten kota se Indonesia guna meneliti sebuah prostitusi.

Tak ayal, jika hasil potretnya membuat para peserta terpukau dan penasaran terhadap sosok Jurnalis Fotografi Jawa Pos ini.

Bahkan, hasil fotonya juga banyak diminati dan menjadi nilai ekonomi yang luar biasa. Sehingga, ia meminta kepada peserta pekan ngaji Fotografi untuk bisa mengambil foto dengan momen yang tepat serta berbeda dari yang kebanyakan orang lakukan. (PW3)