Bupati Baddrut Tamam Koordinasikan Penerbitan Kartu “Pamekasan Sehat”

oleh -
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menggelar rapar koordinasi dengan BPJS Jatim terkait rencana penerbitan Kartu Pamekasan Sehat bagi warga miskin yang belum tercakup program JKN-KIS.

PENAWARTA.COM – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam melakukan kunjungan kerja ke BPJS Kesehatan Jawa Timur, Senin (28/1/2019) mengoordinasikan peningkatan kualitas layanan kesehatan hidup masyarakat dan rencana penerbitan kartu “Pamekasan Sehat”.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di Pamekasan, Madura, Senin mengatakan saat ini, sebagian warga miskin di kabupaten yang dipimpinnya masih ada yang belum tercakup program Jaminan Kesehatan Nasional.

“Oleh karena itu, kami berkoordinasi secara langsung dengan BPJS Kesehatan Jawa Timur terkait hal ini,” ujar bupati.

Pada Senin (28/1) siang, Bupati Baddrut Tamam melakukan kunjungan kerja ke kantor BPJS Jatim didampingi Kadis Sosial Syaiful Anam, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapedda Rahmat Kurniadi Suroso, Kepada Dinas Kesehatan Ismail Bey, Direkur RSUD Dr Slamet Martodirdjo Farid Anwar, dan Direktur RS Waru Pamekasan Hendarto.

Bupati menjelaskan, kunjungan ke BPJS Kesehatan Jatim itu juga berkaitan dengan rencana penerbitan kartu Pamekasan Sehat bagi warga miskin yang belum tercakup program JKN.

“Kami berkepentingan di Pamekasan terwujud pelaksanaan pelayanan yang merata dan berkualitas, dan masyarakat yang miskin dan kurang mampu bisa tercakup layanan kesehatan ini,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data BPJS Kesehatan Madura, warga di Kabupaten Pamekasan, memang belum semua tercakup program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Sebab, jumlah peserta BPJS Kesehatan baru sebanyak 654.544 jiwa atau sekitar 73,89 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 885.890 jiwa.

Namun demikian, jika dibanding dengan tiga kabupaten lain di Pulau Madura, persetase kepesertaan program JKN-KIS di Kabupaten Pamekasan labih tinggi dibanding tiga kabupaten lainnya, yakni Sumenep, Sampang dan Kabupaten Bangkalan.

Sebab di Kabupaten Bangkalan sebanyak 680.219 jiwa atau sekitar 63,65 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 1.068.717 jiwa yang tercakup program ini, dan di Kabupaten Sampang sebanyak 701.212 jiwa atau sekitar 82,72 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 847.707 jiwa.

Sedangkan di Kabupaten Sumenep, sebanyak 752.823 jiwa atau sekitar 66,82 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 1.126.724 jiwa.

“Selain secara persentase paling tinggi, peserta program JKN-KIS yang dibiayai pemerintah daerah juga paling banyak di Kabupaten Pamekasan dibanding tiga kabupaten lain di Madura,” kata Kepala Cabang Pamekasan BPJS Kesehatan Elke Winasari.

Elke juga mengapresiasi rencana Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menerbitkan kartu “Pamekasan Sehat” untuk warga miskin yang belum tercakut program JKN-KIS itu. (PW/PS/28/1/2019)