Belasan Rumah Sakit di Madura Layani JKN-KIS

by -

PENAWARTA.COM – Santernya isu mengenai rumah sakit yang putus kerjasama, tidak menyurutkan beberapa rumah sakit untuk tetap bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Terakhir, sebanyak 13 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di wilayah Madura secara resmi telah melanjutkan kerjasama dengan lembaga ini.

Kepastian itu terjadi setelah BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan dan pimpinan dari setiap fasilitas kesehatan itu melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pada Rabu, (09/01/2018). Dengan penandatanganan itu, 11 Rumah Sakit dan 2 Klinik Utama di wilayah Pulau Garam akan menjadi mitra BPJS Kesehatan dalam melayani Peserta JKN-KIS di tahun 2019.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Elke Winasari menjelaskan, berdasarkan penilaian yang telah dilakukan oleh BPJS Kesehatan bersama dengan Dinas Kesehatan di masing-masing Kabupaten di Madura,  ke 13 FKRTL di wilayah Pulau Garam itu telah dinyatakan memenuhi syarat untuk dapat melayani Peserta JKN-KIS.

“Kami bersyukur bahwa tiga belas RS dan Klinik Utama ini dapat memenuhi syarat untuk menjadi mitra BPJS Kesehatan,” ujar Elke

Elke berharap, dengan adanya penandatanganan ini, BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit dapat bersinergi untuk bersama-sama menyukseskan Program JKN-KIS.

“Adanya Program JKN-KIS ini ternyata membawa euphoria baru kepada masyarakat, yang dulunya masyarakat takut untuk berobat karena terkendala biaya, sekarang masyarakat sudah lebih mudah dalam mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan, untuk itu kami berharap agar Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan selaku mitra dari BPJS Kesehatan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS,” imbuhnya.

Sementara Direktur RSUD Muhamad Zyn Sampang yang juga menjabat sebagai Kordinator PERSI wilayah Madura Titin Handayani menjelaskan, dari 17 RS yang ada di wilayah Pulau Madura, masih ada 6 RS yang belum dapat melayani peserta JKN-KIS.

“Kami selalu mendorong agar seluruh Rumah Sakit di Madura ini bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, karena sesuai dengan peta jalan Program JKN-KIS, minimal 95 % penduduk Indonesia akan tercover dalam program ini,” ujarnya.

Titin juga berharap agar seluruh rumah sakit selaku mitra BPJS Kesehatan dapat bersinergi dan berkoordinasi secara aktif dengan BPJS Kesehatan agar program JKN-KIS dapat berjalan dengan optimal.

“Ini program yang mulia, jadi harus kita sukseskan bersama-sama,” pungkasnya.

11 Rumah Sakit dan 2 Klinik Utama di wilayah Pulau Madura yang telah menandatangani kerjasama dengan BPJS Kesehatan antara lain RSUD Bangkalan, RSUD Sampang, RSUD Pamekasan, RSUD Waru Pamekasan, RS Larasati, RSU Mohammad Noer, RSUD Sumenep, RS Lukas Bangkalan, RS Ana Medika Bangkalan, RSI Garam Kalianget, RS Sumekar Sumenep, Klinik Utama Qana’ah Sampang dan Klinik Utama Sukma Wijaya Sampang (PW/Rilis/11/1/2019)