Baddrut Tamam: Saya Berkomitmen Pemerintahan Harus Bersih

by

PENAWARTA.COM – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, dirinya berkomitmen untuk mewujudkan sistem pemerintahan yang bersih tanpa suap, dan oleh karenanya ia meminta agar masyarakat ikut memantau keinginan baik yang sedang ia canangkan.

“Saya sudah berkomitmen menjadikan Kabupaten Pamekasan ini sebagai pemerintahan yang bersih, dan tidak pernah ada lagi praktik jual suap terkait rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS),” kata Baddrut Tamam.

Bupati muda mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur tersebut mengemukakan hal menanggapi isu yang beredar di sebagian masyarakat lalu dienduskan dalam pemberitaan media dalam dua hari terakhir ini.

“Kalau ada isu kayak gitu kejar terus, sumbernya dari mana dan siapa yang ngomong. Karena komitmen saya sebagian turunan dari Pamekasan Gerbang Salam, pemerintahan harus bersih. Saya pastikan tidak akan ada jual beli rekrutmen CPNS lagi di Pamekasan,” tegas bupati.

Bahkan Bupati Baddrut Tamam meminta siapapun yang mendapati adanya praktik suap dalam rekrutmen CPNS di Kabupaten Pamekasan untuk memberitahunya, agar ia bisa segera mencegah dan melaporkan ke pihak yang berwewenang.

“Jika ada yang melakukan jual beli rekrutmen CPNS, kasih tahu saya maka akan saya laporkan ke polisi. Pemerintahan ini harus bersih dan berpihak pada rakyat,” kata Baddrut.

Isu ini juga mendapat sorotan dari ketua Komisi 1 DPRD Pamekasan Ismail. Ia mengaku, polikus Partai Demokrat ini memperoleh informasi isu tersebut dari masyarakat.

Kata Ismail, nilai suap yang ditawarkan, apabila seseorang hendak lolos sebagai ditawarkan antara Rp150 juta hingga Rp200 juta. Isu yang didengar oleh Ismail ini lalu dibebekan kepada media, dan politikus yang pada pilkada 27 Juni 2018 berbeda dukungan politik dengan Baddrut Tamam ini menyebutkan bahwa makelar rekrutmen CPNS itu dari luar Madura. (PN1/ANM)