Sajian Tajin Safar khas Madura oleh Warga kepada Dan SSK TMMD

PENAWARTA.COM – PAMEKASAN, Membuat tajin Safar pada bulan Safar, sudah menjadi tradisi masyarakat Madura. Tradisi ini telah berlangsung turun temurun dan terus berlangsung hingga kini, Senin (05/11/3018).
Tajin safar terbuat dari tepung ketan yang didesain bulatan-bulatan kecil seukuran kelereng, ada air gula merah. Sepintas, bentuknya mirip seperti kelereng yang direndam dalam air. Bedanya, bulatan-bulatan dari tepung itu mengambang.
Bahan lainnya berupa santan, sedikit garam, gula putih dan daun pandan untuk mengharumkan aroma. Seperti itulah tajin safar, yang dibuat setiap bulan safar (bulan kedua dalam perhitungan Hijriyah).
Tajin ini biasanya disajikan kepada keluarga dan di bagi-bagikan kepada para tetangga.
“Setiap bulan Safar, warga sudah biasa buat, kemudian dibagikan kepada tetangga,nah kebetulan sekarang ada Bapak TNI yang bekerja membangun Desa kami” kata H. Itsbat (60), warga Dusun Gunung dejeh.
Biasanya, proses pembuatannya dilakukan bersama tetangga. Untuk membuat tajin safar, misalnya. Ada yang membulatkan tepung, juga ada yang mengaduk adonan tajin.
Menurut H. Itsbat, tradisi tersebut telah berlangsung sejak dia kecil. Kemudian seiring dengan berkembangnya waktu, terjadi beberapa perubahan.
“Tajinnya enak dan yang kami sukai isi bulatnya yang tercampur dengan santan,” Uangkap Dan SSK Letnan Markun. (PENAWARTA-03)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.