DKPP Pamekasan Laksanakan Bimtek Peternakan Berbasis Agrobisnis

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasan Bambang Prayogi didampingi Kabid dan Kasi DKPP saat menyerahkan bingkisan terhadap perwakilan anggota kelompok tani

PAMEKASAN – (PENAWARTA), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasan melalui Bidang Penganekaragaman, Pengelolaan dan Hasil Pemasaran Pangan melaksanakan kegiatan bimbingan teknis peternakan terhadap anggota kelompok tani (poktan) guna menjadikan komuditas-komuditas bernilai ekonomis atau agrobisnis.
Bimtek tersebut akan berlangsung selama 2 hari, terhitung sejak Rabu hingga Kamis besok (28-29/11/2018) di gedung PKP-RI Jln. Kemuning Pamekasan.

“Intinya, kegiatan ini sebagai upaya terhadap komuditas yang ada di peternakan itu memberikan nilai ekonomi, berbasis agrobisnis” kata Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasan, Bambang Prayogi, Rabu.
Dihadapan 75 peserta, Bambang Prayogi menuturkan, bahwa kegiatan bimbingan teknis agribisnis peternakan ini bersinergi dengan cita-citanya Bupati Pamekasan, yakni membuka lapangan pekerjaan baru.

“Ini sejalan dengan cita-citanya bapak Bupati untuk membuka lapangan baru, artinya kalau kita bersungguh-sungguh insyaallah komuditi ini sangat – sangat menguntungkan bagi bapak ibu sekalian untuk dikembangkan,” jelasnya.

Menurutnya, di beberapa titik wilayah Pamekasan sudah ada yang mulai melakukan bibit usaha penggemukan sapi, bibit usaha pembibitan sapi. Dikatakan, jika usaha tersebut dilakukan dengan sungguh – sungguh, maka akan memberikan banyak keuntungan bagi pemiliknya.

Bambang Prayogi mengatakan, sebenarnya komuditi yang dipilih dalam Bimtek ini adalah sapi dan ayam. Alasannya, hampir rata – rata di Pamekasan petani memelihara sapi dan ayam.

“Komuditas yang paling banyak dan paling berkembang yang dirasa hitung – hitungannya menguntungkan itu ada di dua komuditas ini (sapi dan ayam), meskipun komuditas lain juga untung,” lanjutnya.

“Kepada sapi, kita memang konsen di sapi karena hampir semua petani adalah peternak sapi, hanya di wilayah tertentu seperti di wilayah selatan, tetapi meski di pesisir juga banyak pelihara sapi,” sambung Bambang.
Namun, saat ini kata Bambang harus merubah mainset. Jika dulu memelihara sapi sebagai simpanan karena banyak uang.

“Kita berharap kedepan tidak begitu, tapi ini bisa menjadi ladang usaha bapak ibu sekalian, karena relatif menguntungkan,” katanya.

Jika bicara usaha sapi, tidak terlalu repot. Tinggal memotong rambut, namun jika ingin lebih untung harus pakai pakan tambahan.

Dilanjutkan, hingga saat ini, belum ada pelaku usaha peternak sapi yang sudah bertahun – tahun di bina oleh dinasnya. Namun, Bambang Prayogi berharap, peternak sapi mau mengembangkan sapinya menjadi ladang usaha baik berkelompok maupun pribadi.

“Kami siap membimbing bapak ibu, kapanpun, silahkan hubungi petugas di masing-masing kecamatan, karena disana sudah ada 3 – 4 orang,” pesannya.

Usai membuka acara Bimtek, Bambang Prayogi memberikan bingkisan kepada ustadz Ahmad Baidowi sebagai perwakilan dari kelompok tani.
(PENA-03)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.